Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Buku Tarekat Tijaniyah
Judul: Tarekat Tijaniyah Perspektif
Amaliah dan Ilmiah
Penulis: Ahmad Shohibul
Muttaqin, Lc., M.Pd
Tebal: 54 Halaman
Tahun: Agustus 2017
Pembaca yang budiman, dalam upaya memahami ajaran tarekat Tijaniyah,
sebaiknya para pembaca buku ini maupun peneliti memperhatikan Alquran dan
Hadits Rasulullah, sebab keduanya yang menjadi dasar utama
dalam ajaran tarekat ini. Maulana Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijani berkata: “Jika
kalian mendengar sesuatu dariku, maka timbanglah dengan neraca syariat, apabila
sesuai lakukanlah, namun jika tidak sesuai tinggalkanlah” – halaman 6.
Buku ini berisi tentang tarekat
Tijaniyah secara ringkas, namun padat. Dijelaskan bagaimana tata cara berdzikir
Lazimah, Wadhifah dan Hailalah. Dituturkan pula doa-doa atau wirid pilihan. Dari
buku ini ada beberapa kisah menakjubkan para Ulama Tarekat ini. Beberapa kisah
tersebut diantaranya adalah:
Syekh Muhammad Habib al-Jakani di Zawiyah Lasem
![]() |
| Penulis sedang berjabat tangan |
Lasem- Zawiyah
Tijaniyah Lasem-Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan ulama dari Maroko-Afrika
Utara pada 6 Maret 2015. Kunjungan Syekh Muhammad Habib bin Hasan al-Jakani adalah
silaturrahim dan temu ikhwan Tarekat Tijaniyah di Zawiyah yang terletak di seberang
jalan dekat Pasujudan Sunan Bonang.
Pada hari jumat sore, acara dimulai dengan shalat Asar berjamaah,
kemudian dilanjutkan pembacaan Wadzifah dan Hailalah yang dipimpin oleh Gus
Nasruddin putra KH. Abdur Rozaq Imam, hingga menjelang Maghrib. Selanjutnya shalat
Maghrib berjamaah, kemudian diteruskan Mauidhoh Hasanah oleh Syekh Muhammad Habib
al-Jakani yang diterjemah oleh KH. Sholeh Basalamah asal kota Brebes. Turut hadir
dalam momen ini para ikhwan dari berbagai kota, seperti: Lamongan, Tuban,
Rembang, Pati, Kudus, Demak, Jepara, Solo, Brebes dan lainnya.
Ulama Tijaniyah dari Kota Brebes
Pendekatan Tarekat Tijaniyah dalam Studi Islam
![]() |
| Penulis di Makam beliau, kota Fes (Maroko) |
Tarekat Tijaniyah dalam Studi Islam[1]
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan keistimewaan kepada
para Wali, dan menjadikan para Wali sebagai pewaris para Nabi. Salawat serta
salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membukakan
sesuatu yang tertutup, yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul yang terdahulu,
yang membela agama Allah sesuai dengan petunjuk-Nya dan yang memberi petunjuk
kepada jalan agama-Nya. Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepadanya, keluarganya
serta para sahabatnya, juga kepada para pembaca.
Tawaf bersama Habib Salim as-Syatiri Yaman
![]() |
| Penulis bersama beliau di Masjidil Haram (Makkah) 2012 |
Habib Salim as-Syatiri
Nasab beliau:
Beliau adalah Habib Salim bin Abdullah
bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Umar bin
Ahmad bin Ali bin Husen bin Muhammad bin Ahmad bin Umar
bin Alawi As-Syathiry bin Al-Faqih Ali bin Al-Qadhi Ahmad bin Muhammad bin
Hasan At-Turobi bin Ali bin Sayyidina Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad
Shohib Mirbath bin Ali Kholiq Qosam bin
Alawi bin Muhammad bin Alawi Moulay Sumal bin Ubaidillah bin Muhajir bin Isa
bin Muhammad Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja’far Shodiq bin Sayyidina Muhammad
Al-Baqir bin Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husen As-Sibth bin
Sayyidina Ali & Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Sayyidina Rasulullah Nabi
Muhammad SAW.
Waliyullah dari Kota Rabat
![]() |
| Penulis di Makam beliau, kota Rabat (Maroko) |
Syekh al-Qutb Arobi bin Sayih
Adalah Syekh Arobi bin Muhammad bin
Muhammad Sayih bin Muhammad bin Dawud bin Muhammad bin Abdul Qadir bin al-Qutb
Muhammad as-Syarqi al-Umari. Nasabnya berujung kepada Khulafaur Rasyidin ke- 2 Sayyidina
Abu Hafs Umar bin Khattab RA.
Ulama Tijaniyah Kota Cirebon
![]() |
| Penulis di Makam beliau kota Cirebon |
Ziarah ke Makam KH. Abbas
KH Abbas bin KH
Abdul Jamil (W. 1946 M) merupakan sesepuh dari salah satu Pondok pesantren
yang berpengaruh di Indonesia, yaitu Ponpes Buntet-Cirebon, beliau merupakan
salah satu ulama yang ikut andil besar dalam menyebarkan ajaran Tarekat
Tijaniyah.
Syekh Husen al-Ifrani al-Hassani
![]() |
| Penulis di Makam beliau kota Tiznit (Maroko) |
Syekh Husen al-Ifrani at-Tijani
Syekh al-Qutb Sidi Husen bin Ahmad bin al Hajj Belqasim bin Abdur
Rahman bin Ahmad bin Abdul Karim bin Ali al-Ifrani al-Idrisi al-Hassani
lahir di desa Suqin (Maroko) pada tahun
1248 H. riwayat lain menyebutkan tahun 1250 H. Nasabnya berujung kepada
sayyidina Hasan as-Sibthi bin sayyidina Ali dan sayyidah Fatima az-Zahra binti
Rasulullah SAW.
Sedangkan Ifran disini bukanlah kota di Negri
Matahari Terbenam yang popular ketika musim dingin turun salju, melainkan
daerah yang berada di selatan Maroko (Sus). Ia sudah yatim sejak kecil, sebab
ayahnya meninggal sepulang menunaikan
ibadah haji. Hanya tinggal ibunya yang merawat dan mencukupi kebutuhannya
sehari-hari. Setelah selesai belajar Alquran dan Tajwid di kampungnya, ia
dikirim ibunya kepada Syekh Arobi bin Ibrahim (W. 1266 H) di daerah Jazulah
agar menimba ilmu darinya. Setelah itu, ia pindah ke Syekh Abdellah bin Abdur
Rahman al Kasytimi (W. 1271 H) yang merupakan pimpinan Madrasah Imo Aksyatim
didaerah itu juga.
Syekh Muhammad bin Ahmad al-Kansusi
![]() |
| Makam beliau di kota Marakech (Maroko) |
Syekh Muhammad al-Kansusi at-Tijani
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan keistimewaan kepada
para Wali, dan menjadikan para Wali sebagai pewaris para Nabi. Shalawat serta
salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membukakan
sesuatu yang tertutup, yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul yang terdahulu,
yang membela agama Allah SWT sesuai dengan petunjuk-Nya dan yang memberi
petunjuk kepada jalan agama-Nya. Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada
keluarganya serta para sahabatnya semua, juga kepada para pembaca.
Ulama Karismatik dari Kota Agadir
![]() |
| Musholla Madrasah Alma |
Ulama Kota Agadir Maroko
Agadir adalah sebuah kota yang terletak disebelah selatan Negara
Maroko. Jaraknya sekitar 602 Km dari ibukota Rabat. Dari corak alamnya, kota
ini merupakan daerah wisata kedua setelah kota Marakech. Kawasan yang
bersahabat dengan lingkungannya ini membuat daya tarik turis domestik maupun manca
Negara tersendiri. Didaerah ini mereka lebih tertuju pada kegiatan out bond
untuk menyusuri jalanan kota yang berliku-liku. Kota yang tercatat berpenduduk
700.000 jiwa ini pun menorehkan sejarah tersendiri pada era 60-an bagi Bangsa
Indonesia.
Ulama Tijaniyah dari Kota Inezgane
Syekh Abdur Rahman Inezgane
Syekh
Al-Allamah Sidi Abdur Rahman bin Muhammad bin Ali bin Hamid Ar-Rajraji lahir di kota Inzegane (Maroko) pada hari Rabu, 16
Jumadi Tsani tahun 1326 H. bertepatan tanggal 16 Juli 1908. Setelah selesai
belajar Alquran di Masjid Imam Ali (Inezgane) kepada Sidi Abdul Qadir bin Ahmad,
kemudian beliau melanjutkan menimba ilmu kepada para ulama Sus (daerah bagian
selatan Maroko) dizaman itu, diantaranya kepada: Sidi Muhammad bin Abdellah
Ar-Ragragi (W. 1413 H), Sidi Mubarak bin Muhammad Al-Bouzoki (W. 1356 H), Syekh
Mas’ud Al-Wifqawi dan lain sebagainya.
Eksistensi Keramat Waliyullah
| Sang Guru; Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi |
A.
Pembahasan tentang Waliyullah
Definisi Waliyullah secara umum adalah semua orang yang beriman
kepada Allah SWT, atau seseorang yang jika kita melihatnya, maka kita dapat mengingat
Allah SWT. Adapun secara khusus yaitu orang mukmin yang bertakwa, sesuai
tingkatan istiqamah dan ketaatannya kepada Allah Yang Maha Esa[1]. Sedangkan
menurut Syekh Yusuf an-Nabhani (W. 1350 H), Waliyullah adalah orang yang selalu
taat kepada Allah SWT dan tidak pernah berbuat maksiat[2].
Prof. Dr. Radhi Genoun al-Idrisi al-Hassani
![]() |
| Di Rumah beliau kota Rabat |
Nama beliau adalah Sidi Muhammad bin Hamzah bin Sidi Muhammad bin
Qasim bin Moulay al-Arobi bin Ali bin Muhammad bin Moulay Ahmad bin Sidi
Abdullah bin Husen bin Isa bin Isa bin Sidi Ahmad bin Yusuf bin Waliyullah Sidi
Genoun bin Imran bin Abdur Rahman bin Sulaiman bin Hasan bin Sidi Imran bin
Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Waliyullah Sidi Genoun 1 bin Ahmad bin Maulana
Idris II [pendiri kota Fes Maroko] bin Maulana Idris I [pembuka Negara Maroko]
bin Maulana Abdullah Kamil bin Maulana Hasan al-Mutsanna bin Maulana Hasan as-Sibth
bin Sayyidina Ali karramallah wajhahu & Sayyidah Fatimah az-Zahra binti
Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.
Cherif Zubair at-Tijani al-Hassani
Sayyid Moulay Thohir Al-Hassani
Brebes- Kedatangan Cucu Sayyid Maulana Ahmad bin Muhammad At-Tijani dari
Maroko ke Indonesia pada 12-14 Desember 2014 yang lalu tujuan utamanya adalah
menghadiri acara Idul Khotmi ke 222 yang bertempat di Brebes - Jawa Tengah.
Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini, mendapat perhatian dari berbagai
kalangan baik dalam maupun luar Negri. Sayyid Moulay Thohir Al-Hassani hadir ke
Indonesia pun tidak sendirian, beliau ditemani Prof. Dr. Radhi Genoun Al-Idrisi
Al-Hassani.
Kehadiran Ulama Maroko ke Ponpes Al-Ittihad Jungpasir
![]() |
| Dari kiri: KH. Abdur Rohim-Sayyid Abdul Karim-Penulis |
Demak-
Langit yang cerah serta cuaca yang bersahabat menyelimuti kawasan Pondok
Pesantren Al-Ittihad Jungpasir. Ponpes yang terletak di desa Jungpasir,
kecamatan Wedung, kabupaten Demak tersebut kali pertama dihadiri seorang ulama dan ahli sastra penyair kerajaan Maroko Sayyid Abdul Karim
Baqqasy al-Idrisi al-Hassani pada
22 Nopember 2014. Ponpes yang didirikan oleh almaghfurlah KH. Fauzi Noor (W. 1999 M) ini fokus pada kajian kitab-kitab klasik, meski sebagian santriwati ada
yang menghafalkan Alquran bil-ghoib.
Kunjungan Ulama Senegal ke Zawiyah Lasem
Lasem- Zawiyah
Tijaniyah Lasem-Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan ulama dari
Senegal-Afrika Barat pada 15-16 Januari 2015. Kunjungan Syekh Muhammad Habib Ba
bin Syekh Ahmad Tijani Ba bin Abu Bakar bin Mahmud al-Futiy Qunnasy tak lain
adalah memperingati Maulid Nabi Muhammad
SAW dan temu ikhwan Tarekat Tijaniyah di Zawiyah yang terletak di kawasan
Bonang.
Pada hari jumat sore, acara dimulai dengan shalat Asar berjamaah,
kemudian dilanjutkan pembacaan Wadzifah dan Hailalah yang dipimpin oleh Gus
Nasruddin putra KH. Abdur Rozaq, kemudian diteruskan Mauidhoh Hasanah oleh
Syekh Muhammad Ba yang diterjemah oleh Ahmad Shohib Muttaqin asal kota Demak. Turut
hadir dalam momen ini para ikhwan dari berbagai kota, seperti: Jepara, Kudus, Pati,
Kendal, Demak, Rembang dan lainnya.
Pada inti acara, Syekh Muhammad
Habib Ba menyampaikan kemuliaan Waliyullah Sidi Ahmad bin Muhammad at-Tijani
dan Salawat Fatih. Diakhir mauidhoh hasanah, ulama yang telah menjelajah lebih
dari 20 (duapuluh) Negara tersebut berpesan agar para hadirin memperbanyak
salawat kepada Baginda Maulana Nabi Muhammad SAW, shalat berjamaah dan tidak
merokok.
Usai
acara tersebut, kemudian shalat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan pembacaan
maulid Barzanji oleh Mbah KH. Abdur Rozaq. Suasana semakin syahdu dan khidmat
dalam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ketika suara hadirin serempak
membaca salawat.
Penulis: Ahmad Shohibul Muttaqin (kota
Demak).
Syekh Hafidz Al-Misri At-Tijani
Al-Muhaddits Syekh Muhammad Hafidz Al-Misri
Syekh Muhammad Hafidz bin Abdul Latif bin Salim lahir pada tahun 1315 H., di Mesir. Beliau menimba ilmu kepada para ulama Mesir yang kesohor waktu itu, diantaranya adalah:
Syekh Abdullah Hamadah dan Syekh Sulaiman Al-Bana spesialis Alquran dengan qiraah Imam Hafs, Syekh Abdul Mun’im Qasim ahli fiqih Maliki, Syekh Muhammad Madhi Rakhawi, Syekh Yusuf Dajwi, dan lainnya.
Sedangkan dalam bidang Tasawuf, beliau berguru kepada Syekh Ahmad Siba’i dari keturunan Abu Siba’i Al-Hassani (Marakech-Maroko), Syekh Badr Salamah penulis kitab “an Nafhah al Fadliya wa al Hidaya al Muhammadiyah”, Sidi Muhammad Al-Kabir bin Sidi Basyir At-Tijani.
Syekh Muhammad [Fathan] Gannun Al-Idrisi
Sayyid Muhammad [Fathan] Gannun Al-Idrisi Al-Hassani
Beliau lahir tahun 1270 H., dikota Fes – Maroko. Usai menghafal Alquran
diusia yang masih muda, kemudian beliau melanjutkan belajarnya kepada
para ulama Qurawiyyin, diantaranya: Sidi Ahmad Banani Kala, Sidi Ahmad
Al-Ilmi, Sidi Muhammad Al-Madani Gannun, Sidi Muhammad bin Abbas
Al-Iraqi. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf, beliau berguru kepada Waliyullah
Syekh Muhammad Arabi bin Sayih (W. 1309 H) yang kitabnya masyhur
dikalangan penganut Tarekat Tijaniyah “Bughyatul Mustafid fi Syarh
Munyatil Murid”, Sidi Ahmad Mahmud Dar’i, Sidi Ahmad Banani Kala (W.
1306 H), dan lain-lain.
Syekh Sidi Ahsan Al-Ba'qili
Sayyid Ahsan Al-Ba’qili Al-Hassani
Syekh Maulana Ahsan bin
Muhammad bin Abi Jamaah Al-Ba’qili lahir di Desa Ikidhi-Maroko. Pada
usia 8 tahun ayahnya meninggal dunia, mulai saat itulah
saudara-saudaranya yang mencukupi keperluan Beliau sehari-hari. Pada
usia 14 tahun Beliau telah hafal Alquran, yang kemudian meneruskan
menimba ilmu kepada para ulama diberbagai daerah Negara Matahari
Terbenam tersebut, diantaranya di Qurawiyin-Fes, Medina Qasr Kabir,
Medina Settat,dan lainnya.
Pada
tahun 1321, Beliau memulai mempelajari ilmu Tasawuf, mulanya dibawah
bimbingan Syekh Sidi Ali Masfayubi, dan kemudian berguru kepada Syekh
Al-Qutb Husen Al-Ifrani (W. 1328 H) penulis kitab “Tiryaqu al Qulub min
Adawai al Ghaflah wa ad Dzunub”,.
Langganan:
Postingan (Atom)

























