This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Himbauan dari Penulis

Allah Swt. memberi akal kepada manusia untuk berpikir. Dengan akalnya, manusia mampu menuangkan ide-ide baru melalui tulisannya. Dengan cara seperti inilah, manusia dapat menggali "hikmah" (ilmu) Allah yang tiada habisnya. Akan tetapi, jangan menjadi plagiator !

Selamat Datang, Selamat Membaca.
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Buku Tarekat Tijaniyah



Judul: Tarekat Tijaniyah Perspektif Amaliah dan Ilmiah

Penulis: Ahmad Shohibul Muttaqin, Lc., M.Pd
Tebal: 54 Halaman
Tahun: Agustus 2017

Pembaca yang budiman, dalam upaya memahami ajaran tarekat Tijaniyah, sebaiknya para pembaca buku ini maupun peneliti memperhatikan Alquran dan Hadits Rasulullah, sebab keduanya yang menjadi dasar utama dalam ajaran tarekat ini. Maulana Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijani berkata: “Jika kalian mendengar sesuatu dariku, maka timbanglah dengan neraca syariat, apabila sesuai lakukanlah, namun jika tidak sesuai tinggalkanlah” – halaman 6.

Buku ini berisi tentang tarekat Tijaniyah secara ringkas, namun padat. Dijelaskan bagaimana tata cara berdzikir Lazimah, Wadhifah dan Hailalah. Dituturkan pula doa-doa atau wirid pilihan. Dari buku ini ada beberapa kisah menakjubkan para Ulama Tarekat ini. Beberapa kisah tersebut diantaranya adalah:

Syekh Muhammad Habib al-Jakani di Zawiyah Lasem


Penulis sedang berjabat tangan

 Lasem- Zawiyah Tijaniyah Lasem-Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan ulama dari Maroko-Afrika Utara pada 6 Maret 2015. Kunjungan Syekh Muhammad Habib bin Hasan al-Jakani adalah silaturrahim dan temu ikhwan Tarekat Tijaniyah di Zawiyah yang terletak di seberang jalan dekat Pasujudan Sunan Bonang.

Pada hari jumat sore, acara dimulai dengan shalat Asar berjamaah, kemudian dilanjutkan pembacaan Wadzifah dan Hailalah yang dipimpin oleh Gus Nasruddin putra KH. Abdur Rozaq Imam, hingga menjelang Maghrib. Selanjutnya shalat Maghrib berjamaah, kemudian diteruskan Mauidhoh Hasanah oleh Syekh Muhammad Habib al-Jakani yang diterjemah oleh KH. Sholeh Basalamah asal kota Brebes. Turut hadir dalam momen ini para ikhwan dari berbagai kota, seperti: Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Jepara, Solo, Brebes dan lainnya. 

Ulama Tijaniyah dari Kota Brebes




KH. Sholeh Basalamah
Brebes- KH. Sholeh Basalamah bin Muhammad bin Ali bin Ahmad (Lahir 1959 M) merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam yang terletak di desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Pendekatan Tarekat Tijaniyah dalam Studi Islam



Penulis di Makam beliau, kota Fes (Maroko)

Tarekat Tijaniyah dalam Studi Islam[1]

BAB I
PENDAHULUAN

      A.    Latar Belakang Masalah

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan keistimewaan kepada para Wali, dan menjadikan para Wali sebagai pewaris para Nabi. Salawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membukakan sesuatu yang tertutup, yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul yang terdahulu, yang membela agama Allah sesuai dengan petunjuk-Nya dan yang memberi petunjuk kepada jalan agama-Nya. Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepadanya, keluarganya serta para sahabatnya, juga kepada para pembaca. 

Tawaf bersama Habib Salim as-Syatiri Yaman



Penulis bersama beliau di Masjidil Haram (Makkah) 2012

Habib Salim as-Syatiri 

Nasab beliau:
Beliau adalah Habib Salim bin Abdullah bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Ali bin Husen bin Muhammad bin Ahmad bin Umar bin Alawi As-Syathiry bin Al-Faqih Ali bin Al-Qadhi Ahmad bin Muhammad bin Hasan At-Turobi bin Ali bin Sayyidina Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali  Kholiq Qosam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi Moulay Sumal bin Ubaidillah bin Muhajir bin Isa bin Muhammad Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja’far Shodiq bin Sayyidina Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husen As-Sibth bin Sayyidina Ali & Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Sayyidina Rasulullah Nabi Muhammad SAW. 

Waliyullah dari Kota Rabat


Penulis di Makam beliau, kota Rabat (Maroko)

Syekh al-Qutb Arobi bin Sayih

Adalah Syekh Arobi bin Muhammad bin Muhammad Sayih bin Muhammad bin Dawud bin Muhammad bin Abdul Qadir bin al-Qutb Muhammad as-Syarqi al-Umari. Nasabnya berujung kepada Khulafaur Rasyidin ke- 2 Sayyidina Abu Hafs Umar bin Khattab RA.

Ulama Tijaniyah Kota Cirebon



Penulis di Makam beliau kota Cirebon

 Ziarah ke Makam KH. Abbas

KH Abbas bin KH Abdul Jamil (W. 1946 M) merupakan sesepuh dari salah satu Pondok pesantren yang berpengaruh di Indonesia, yaitu Ponpes Buntet-Cirebon, beliau merupakan salah satu ulama yang ikut andil besar dalam menyebarkan ajaran Tarekat Tijaniyah. 

Syekh Husen al-Ifrani al-Hassani



Penulis di Makam beliau kota Tiznit (Maroko)
Syekh Husen al-Ifrani at-Tijani
 
Syekh al-Qutb Sidi Husen bin Ahmad bin al Hajj Belqasim bin Abdur Rahman bin Ahmad bin Abdul Karim bin Ali al-Ifrani al-Idrisi al-Hassani lahir  di desa Suqin (Maroko) pada tahun 1248 H. riwayat lain menyebutkan tahun 1250 H. Nasabnya berujung kepada sayyidina Hasan as-Sibthi bin sayyidina Ali dan sayyidah Fatima az-Zahra binti Rasulullah SAW.
 Sedangkan Ifran disini bukanlah kota di Negri Matahari Terbenam yang popular ketika musim dingin turun salju, melainkan daerah yang berada di selatan Maroko (Sus). Ia sudah yatim sejak kecil, sebab ayahnya meninggal sepulang  menunaikan ibadah haji. Hanya tinggal ibunya yang merawat dan mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Setelah selesai belajar Alquran dan Tajwid di kampungnya, ia dikirim ibunya kepada Syekh Arobi bin Ibrahim (W. 1266 H) di daerah Jazulah agar menimba ilmu darinya. Setelah itu, ia pindah ke Syekh Abdellah bin Abdur Rahman al Kasytimi (W. 1271 H) yang merupakan pimpinan Madrasah Imo Aksyatim didaerah itu juga. 

Syekh Muhammad bin Ahmad al-Kansusi



Makam beliau di kota Marakech (Maroko)
Syekh Muhammad al-Kansusi at-Tijani

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan keistimewaan kepada para Wali, dan menjadikan para Wali sebagai pewaris para Nabi. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membukakan sesuatu yang tertutup, yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul yang terdahulu, yang membela agama Allah SWT sesuai dengan petunjuk-Nya dan yang memberi petunjuk kepada jalan agama-Nya. Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya semua, juga kepada para pembaca. 

Ulama Karismatik dari Kota Agadir

Musholla Madrasah Alma
Ulama Kota Agadir Maroko
Agadir adalah sebuah kota yang terletak disebelah selatan Negara Maroko. Jaraknya sekitar 602 Km dari ibukota Rabat. Dari corak alamnya, kota ini merupakan daerah wisata kedua setelah kota Marakech. Kawasan yang bersahabat dengan lingkungannya ini membuat daya tarik turis domestik maupun manca Negara tersendiri. Didaerah ini mereka lebih tertuju pada kegiatan out bond untuk menyusuri jalanan kota yang berliku-liku. Kota yang tercatat berpenduduk 700.000 jiwa ini pun menorehkan sejarah tersendiri pada era 60-an bagi Bangsa Indonesia.

Ulama Tijaniyah dari Kota Inezgane



Syekh Abdur Rahman Inezgane
 
Syekh Al-Allamah Sidi Abdur Rahman bin Muhammad bin Ali bin Hamid Ar-Rajraji lahir  di kota Inzegane (Maroko) pada hari Rabu, 16 Jumadi Tsani tahun 1326 H. bertepatan tanggal 16 Juli 1908. Setelah selesai belajar Alquran di Masjid Imam Ali (Inezgane) kepada Sidi Abdul Qadir bin Ahmad, kemudian beliau melanjutkan menimba ilmu kepada para ulama Sus (daerah bagian selatan Maroko) dizaman itu, diantaranya kepada: Sidi Muhammad bin Abdellah Ar-Ragragi (W. 1413 H), Sidi Mubarak bin Muhammad Al-Bouzoki (W. 1356 H), Syekh Mas’ud Al-Wifqawi dan lain sebagainya.  

Eksistensi Keramat Waliyullah


Sang Guru; Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi

A.    Pembahasan tentang Waliyullah

Definisi Waliyullah secara umum adalah semua orang yang beriman kepada Allah SWT, atau seseorang yang jika kita melihatnya, maka kita dapat mengingat Allah SWT. Adapun secara khusus yaitu orang mukmin yang bertakwa, sesuai tingkatan istiqamah dan ketaatannya kepada Allah Yang Maha Esa[1]. Sedangkan menurut Syekh Yusuf an-Nabhani (W. 1350 H), Waliyullah adalah orang yang selalu taat kepada Allah SWT dan tidak pernah berbuat maksiat[2].

Prof. Dr. Radhi Genoun al-Idrisi al-Hassani


Di Rumah beliau kota Rabat

Nama beliau adalah Sidi Muhammad bin Hamzah bin Sidi Muhammad bin Qasim bin Moulay al-Arobi bin Ali bin Muhammad bin Moulay Ahmad bin Sidi Abdullah bin Husen bin Isa bin Isa bin Sidi Ahmad bin Yusuf bin Waliyullah Sidi Genoun bin Imran bin Abdur Rahman bin Sulaiman bin Hasan bin Sidi Imran bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Waliyullah Sidi Genoun 1 bin Ahmad bin Maulana Idris II [pendiri kota Fes Maroko] bin Maulana Idris I [pembuka Negara Maroko] bin Maulana Abdullah Kamil bin Maulana Hasan al-Mutsanna bin Maulana Hasan as-Sibth bin Sayyidina Ali karramallah wajhahu & Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.

Cherif Zubair at-Tijani al-Hassani



Fes- Cherif Zubair merupakan penanggung jawab Grand Zawiyah Sayyid Ahmad at-Tijani yang terletak di kota Fes – Maroko. Beliau termasuk salah satu cucu Sayyid Ahmad at-Tijani yang aktif di Zawiyah tersebut. Pada awal tahun 2011 merupakan

Sayyid Moulay Thohir Al-Hassani



Brebes- Kedatangan Cucu Sayyid Maulana Ahmad bin Muhammad At-Tijani dari Maroko ke Indonesia pada 12-14 Desember 2014 yang lalu tujuan utamanya adalah menghadiri acara Idul Khotmi ke 222 yang bertempat di Brebes - Jawa Tengah. Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini, mendapat perhatian dari berbagai kalangan baik dalam maupun luar Negri. Sayyid Moulay Thohir Al-Hassani hadir ke Indonesia pun tidak sendirian, beliau ditemani Prof. Dr. Radhi Genoun Al-Idrisi Al-Hassani. 

Kehadiran Ulama Maroko ke Ponpes Al-Ittihad Jungpasir



Dari kiri: KH. Abdur Rohim-Sayyid Abdul Karim-Penulis
Demak- Langit yang cerah serta cuaca yang bersahabat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Al-Ittihad Jungpasir. Ponpes yang terletak di desa Jungpasir, kecamatan Wedung, kabupaten Demak tersebut kali pertama dihadiri seorang ulama dan ahli sastra penyair kerajaan Maroko Sayyid Abdul Karim Baqqasy al-Idrisi al-Hassani pada 22 Nopember 2014. Ponpes yang didirikan oleh almaghfurlah KH. Fauzi Noor (W. 1999 M) ini fokus pada kajian kitab-kitab klasik, meski sebagian santriwati ada yang menghafalkan Alquran bil-ghoib.  

Kunjungan Ulama Senegal ke Zawiyah Lasem



 Lasem- Zawiyah Tijaniyah Lasem-Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan ulama dari Senegal-Afrika Barat pada 15-16 Januari 2015. Kunjungan Syekh Muhammad Habib Ba bin Syekh Ahmad Tijani Ba bin Abu Bakar bin Mahmud al-Futiy Qunnasy tak lain adalah memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW dan temu ikhwan Tarekat Tijaniyah di Zawiyah yang terletak di kawasan Bonang.

Pada hari jumat sore, acara dimulai dengan shalat Asar berjamaah, kemudian dilanjutkan pembacaan Wadzifah dan Hailalah yang dipimpin oleh Gus Nasruddin putra KH. Abdur Rozaq, kemudian diteruskan Mauidhoh Hasanah oleh Syekh Muhammad Ba yang diterjemah oleh Ahmad Shohib Muttaqin asal kota Demak. Turut hadir dalam momen ini para ikhwan dari berbagai kota, seperti: Jepara, Kudus, Pati, Kendal, Demak, Rembang dan lainnya. 

            Pada inti acara, Syekh Muhammad Habib Ba menyampaikan kemuliaan Waliyullah Sidi Ahmad bin Muhammad at-Tijani dan Salawat Fatih. Diakhir mauidhoh hasanah, ulama yang telah menjelajah lebih dari 20 (duapuluh) Negara tersebut berpesan agar para hadirin memperbanyak salawat kepada Baginda Maulana Nabi Muhammad SAW, shalat berjamaah dan tidak merokok. 

Usai acara tersebut, kemudian shalat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan pembacaan maulid Barzanji oleh Mbah KH. Abdur Rozaq. Suasana semakin syahdu dan khidmat dalam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ketika suara hadirin serempak membaca salawat.

Penulis: Ahmad Shohibul Muttaqin (kota Demak).


Syekh Hafidz Al-Misri At-Tijani

Al-Muhaddits Syekh Muhammad Hafidz Al-Misri

Syekh Muhammad Hafidz bin Abdul Latif bin Salim lahir pada tahun 1315 H., di Mesir. Beliau menimba ilmu kepada para ulama Mesir yang kesohor waktu itu, diantaranya adalah:
Syekh Abdullah Hamadah dan Syekh Sulaiman Al-Bana spesialis Alquran dengan qiraah Imam Hafs, Syekh Abdul Mun’im Qasim ahli fiqih Maliki, Syekh Muhammad Madhi Rakhawi, Syekh Yusuf Dajwi, dan lainnya.
Sedangkan dalam bidang Tasawuf, beliau berguru kepada Syekh Ahmad Siba’i dari keturunan Abu Siba’i Al-Hassani (Marakech-Maroko), Syekh Badr Salamah penulis kitab “an Nafhah al Fadliya wa al Hidaya al Muhammadiyah”, Sidi Muhammad Al-Kabir bin Sidi Basyir At-Tijani.

Syekh Muhammad [Fathan] Gannun Al-Idrisi


 Sayyid Muhammad [Fathan] Gannun Al-Idrisi Al-Hassani

Beliau lahir tahun 1270 H., dikota Fes – Maroko. Usai menghafal Alquran diusia yang masih muda, kemudian beliau melanjutkan belajarnya kepada para ulama Qurawiyyin, diantaranya: Sidi Ahmad Banani Kala, Sidi Ahmad Al-Ilmi, Sidi Muhammad Al-Madani Gannun, Sidi Muhammad bin Abbas Al-Iraqi. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf, beliau berguru kepada Waliyullah Syekh Muhammad Arabi bin Sayih (W. 1309 H) yang kitabnya masyhur dikalangan penganut Tarekat Tijaniyah “Bughyatul Mustafid fi Syarh Munyatil Murid”, Sidi Ahmad Mahmud Dar’i, Sidi Ahmad Banani Kala (W. 1306 H), dan lain-lain.

Syekh Sidi Ahsan Al-Ba'qili

Sayyid  Ahsan Al-Ba’qili Al-Hassani

Syekh Maulana Ahsan bin Muhammad bin Abi Jamaah Al-Ba’qili lahir di Desa Ikidhi-Maroko. Pada usia 8 tahun ayahnya meninggal dunia, mulai saat itulah saudara-saudaranya yang mencukupi keperluan Beliau sehari-hari. Pada usia 14 tahun Beliau telah hafal Alquran, yang kemudian meneruskan menimba ilmu kepada para ulama diberbagai daerah Negara Matahari Terbenam tersebut, diantaranya di Qurawiyin-Fes, Medina Qasr Kabir, Medina Settat,dan lainnya.
Pada tahun 1321, Beliau memulai mempelajari ilmu Tasawuf, mulanya dibawah bimbingan Syekh Sidi Ali Masfayubi, dan kemudian berguru kepada Syekh Al-Qutb Husen Al-Ifrani (W. 1328 H) penulis kitab “Tiryaqu al Qulub min Adawai al Ghaflah wa ad Dzunub”,.