This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Himbauan dari Penulis

Allah Swt. memberi akal kepada manusia untuk berpikir. Dengan akalnya, manusia mampu menuangkan ide-ide baru melalui tulisannya. Dengan cara seperti inilah, manusia dapat menggali "hikmah" (ilmu) Allah yang tiada habisnya. Akan tetapi, jangan menjadi plagiator !

Selamat Datang, Selamat Membaca.

Ngaji Tanpa Henti

Carilah ilmu mulai sejak di ayunan hingga masuk kuburan. Ada salah satu murid Sayyidi Imam Abu Hanifah (W. 150 H), beliau adalah Syekh Hasan bin Ziyad, mulai "Tafaqquh fi Din" diusia 80 tahun selama 40 tahun, dan mengajarkan ilmunya diusia 120 selama 40 tahun. Jadi, usianya 160 tahun. Hal ini senada dengan penggali kubur yang populer di Damaskus yang kemudian menjadi pembesar Ulama, dialah Syekh Abdur Rahman Haffar. Syekh Muhammad bin Hasan as-Syibani, yang juga muridnya Abu Hanifah memiliki kebiasaan saat belajar sambil membawa air, ketika mengantuk beliau percikkan ke mata. Hal ini dianut oleh KH. Fauzi Noor dari Jungpasir, pendiri Ponpes Al-Ittihad muridnya Mbah Ma'sum Lasem. Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (8 Juli 2020).

Urgensi Ilmu Nahwu

Pakar Hadits, Tafsir, Fiqih dan al-Qadli Sayyidi Syekh Zakariya al-Anshori (W. 926 H) beliau selalu mengajarkan kitab 'Jurumiyah' dan membuat jadwal secara teratur dalam mengkajinya. Suatu ketika, beliau ditanya: Wahai Syekh, kenapa engkau begitu konsen dengan kitab 'Jurumiyah', padahal engkau orang yang sangat alim dan mampu menulis kitab hingga berjilid-jilid ? Beliau menjawab:"Saya tidak meninggalkan cara bagaimana saya bisa mengetahui ilmu dengannya". قال: أنا لا أترك طريقا وصلت إلى معرفة العلم منها Maka dari itu, para pembaca yang Budiman mari kita belajar ilmu nahwu, dengannya kita bisa mempelajari ilmu-ilmu yang lain. Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (28 Juni 2020).

Api Tak Membakar

Sudah masyhur kisah Nabi Ibrahim alaihissalam yang tak terbakar oleh api dalam QS. Al-Anbiya:69. Kali ini, ada seorang murid yang patuh terhadap Gurunya dan tak pernah membantah perintahnya, apalagi berselisih. Dialah Ahmad bin Abi Hawariy (W. 230 H), muridnya Syekh Abu Sulaiman ad-Daroniy (W. 205 H). Ketika diperintah masuk kedalam tungku api yang besar (Jawa: Pawon) yang sangat panas hingga beberapa jam, kulitnya sedikit pun tak terbakar oleh api. Para pembaca yang Budiman, begitulah Allah ta'ala memberikan karomah kepada Wali-Nya, sebagaimana memberikan mu'jizat kepada para Nabi-Nya. Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (27 Juni 2020).

Anak Penyelamat Bapak

Ada seorang Hakim (al-Qadli) yang buruk kelakuannya meninggal dunia, dia meninggalkan istri yang sedang hamil. Kemudian, setelah janin yang dikandungnya lahir dan tumbuh menjadi anak, Ibu tersebut menitipkannya ke seorang Guru di Pesantren. فلما ترعرع بعثته أمه إلى الكتاب فلقنه المعلم التسمية ... الخ Alhasil, anak tsb bisa membaca 'Basmalah'. Berkah bacaan basmalah tersebut, Allah ta'ala memberikan rahmat-Nya kepada bapaknya dan membebaskannya dari siksa kubur. Maka dari itu, para pembaca yang Budiman mari kita didik putra/i dengan baik, mereka adalah investasi dan aset terbesar dalam hidup kita. Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (25 Juni 2020).

Sedekah Cacat

Sayyidi Imam Abu Hanifah (W. 150 H) pernah bekerja sama dengan seseorang dari Bashrah (Irak) untuk berdagang baju. Suatu ketika Imam Abu Hanifah mengirimkan 70 baju dan menjelaskan ada 1 baju milik 'fulan' yang cacat, beliau berpesan agar cacat tersebut diberitahukan kepada 'fulan'.

Alhasil, terjuallah semua dagangan tsb senilai 30 rb Dirham (sekitar Rp 30 juta) lalu uang tsb diberikan kepada Abu Hanifah. Kemudian Abu Hanifah bertanya: Apakah 1 baju yang cacat, sudah dijelaskan kepada 'fulan'? Dia menjawab belum, karena saya lupa. Akhirnya, Abu Hanifah menyedekahkan semua harta hasil penjualan tadi.

فقال له: هل بينت العيب؟ فقال لقد نسيت، فتصدق أبو حنيفة بجميع ثمنها المذكور

Maka dari itu, para pembaca yang Budiman mari kita hindari harta yang syubhat, harus jelas halalnya sesuatu yang kita makan.

Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (24 Juni 2020).

Tak Kenal Sakit

Adul Wahab bin Ahmad bin Ali atau yang lebih populer dengan sebutan Imam Sya'roni (W. 973 H) suatu ketika pernah sakit kepala, hal itu sebab seringnya murojaah hafalan dengan menahan nafas.

Kemudian, beliau mengabarkan hal ini kepada gurunya Sayyidi Syekh Zakariya al-Anshori dengan maksud minta ijin tidak mengikuti pelajaran.

Akhirnya gurunya pun tidak memberi ijin, seraya berkata: "Bacalah ilmu dan niatkan mencari kesembuhan, kamu akan sembuh insyaallah".

Maka dari itu, para pembaca yang Budiman mari kita niatkan mencari kesembuhan dari ilmu, baik dengan bermajelis ilmu, di Pesantren maupun Sekolahan.

Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (22 Juni 2020).

Temuilah Dia

Telah terdengar oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid, bahwasannya di Madinah ada seorang Ulama penulis kitab "al-Muwattho" dan mengajarkannya kepada masyarakat, dialah sang Imam darul hijrah Malik bin Anas.

Kemudian, Harun Ar-Rasyid memerintahkan kepada al-Barmakiy untuk bertemu Imam Malik dengan tujuan memanggilnya dan membacakan kitab "al-Muwattho" dihadapan Harun Ar-Rasyid.
Akhirnya, Imam Malik berkata kepada al-Barmakiy: "Sampaikan salamku kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid dan katakan kepadanya bahwa ilmu itu dikunjungi, bukan ilmu yang berkunjung".

العلم يزار ولا يزور، وإن العلم يؤتى ولا يأتي

Maka dari itu, para pembaca yang Budiman mari kita temui dia (ilmu) dengan bertemu para Ulama dan Ngaji.

Disarikan dari kitab ALFAIZAH Kisah Orang-orang Saleh dan Salehah, karya Shohib Muttaqin (21 Juni 2020).